Rabu, 06 Oktober 2010
wacana ilmiah
wacana semi ilmiah
Soal calon Kapolri, yang menjadi sumber spekulasi panas elite politik dalam dua pekan terakhir, dijawab SBY dengan memilih Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo.
Seluruh mesin birokrasi, terutama di kepolisian, harus bekerja maraton di hari terakhir untuk mengurus Pradopo.
Pangkat irjen dinaikkan ke komjen untuk menduduki jabatan kepala bagian pemeliharaan keamanan yang merupakan pos bintang tiga. Di menit-menit terakhir pada hari yang sama nama Komjen Pradopo dikirim ke DPR sebagai calon tunggal Kapolri.
Kemarin, di menit-menit akhir SBY membatalkan kunjungan ke Belanda. Di saat sebagian rombongan sudah berada dalam pesawat, pembatalan diumumkan.
Itulah dua ketegasan yang lama dirindukan dari seorang SBY. Kritik bahwa Presiden Yudhoyono adalah peragu dijawab dengan dua ketegasan yang diambil in the last minute. Untuk dua perkara itu, patutlah diacungi jempol.
Nama Timur Pradopo dipilih SBY untuk menegaskan sikapnya, paling tidak dalam dua hal penting. Hak prerogatif menentukan Kapolri tidak boleh diaduk-aduk interes politik kalangan koalisi. Dan, reformasi kepolisian tidak boleh diganggu ego angkatan yang menjadi penyakit kronis dalam rekrutmen di lembaga penegak hukum itu.
Mudah-mudahan Pradopo tidak diganjal kepentingan partai-partai yang menggumpal dan ngumpet di DPR.
Lalu soal pembatalan kunjungan ke Belanda. Itu adalah keputusan yang tepat.
Belanda harus diberi tahu bahwa seorang presiden yang berkunjung tidak semata dijamin keamanannya oleh polisi dan seluruh sistem sekuriti di negeri itu. Juga tidak cukup hanya dengan keyakinan bahwa presiden dari negara mana pun memiliki imunitas.
Belanda perlu memahami juga bahwa yang datang berkunjung adalah seorang presiden yang berhak atas kenyamanan dan kesantunan. Di mana harga diri SBY sebagai pemimpin bangsa Indonesia bila nanti disambut dengan demonstrasi yang tidak santun?
Pantaskah seorang presiden yang berkunjung diancam akan ditangkap atas kasus pelanggaran HAM yang mengada-ada?
Yang mengenal dan memelihara RMS adalah Belanda. Karena itu, Belanda-lah yang harus membereskan RMS, bukan Indonesia.
Demi harga diri bangsa, pembatalan itu benar adanya. Bangsa mendambakan ketegasan dalam banyak perkara. Soal Kapolri dan pembatalan kunjungan ke Belanda adalah contoh sedikit dari kerinduan pada banyak ketegasan lain dari SBY.
wacana non ilmiah
Setelah dewasa Si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.
Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama Si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.
Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap Si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap Si Pitiung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah Si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.
Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru Si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian Si Pitung akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan Si Pitung.
Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan Si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya Si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan Si Pitung dari gurunya Haji Naipin.Jagoan kelahiran Rawa Belong, Jakarta Barat, ini telah membuat repot pemerintah kolonial di Batavia, termasuk gubernur jenderal. Karena Bang Pitung merupakan potensi ancaman keamanan dan ketertiban hingga berbagai macam strategi dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk menangkapnya hidup atau mati. Pokoknya Pitung ditetapkan sebagai orang yang kudu dicari dengan status penjahat kelas wahid di Betawi.
Bagaimana Belanda tidak gelisah, dalam melakukan aksinya membela rakyat kecil Bang Pitung berdiri di barisan depan. Kala itu Belanda memberlakukan kerja paksa terhadap pribumi termasuk “turun tikus”. Dalam gerakan ini rakyat dikerahkan membasmi tikus di sawah-sawah disamping belasan kerja paksa lainnya. Belum lagi blasting (pajak) yang sangat memberatkan petani oleh para tuan tanah.
Si Pitung, yang sudah bertahun-tahun menjadi incaran Belanda, berdasarkan cerita rakyat, mati setelah ditembak dengan peluru emas oleh schout van Hinne dalam suatu penggerebekan karena ada yang mengkhianati dengan memberi tahu tempat persembunyiannya. Ia ditembak dengan peluru emas oleh schout (setara Kapolres) van Hinne karena dikabarkan kebal dengan peluru biasa. Begitu takutnya penjajah terhadap Bang Pitung, sampai tempat ia dimakamkan dirahasiakan. Takut jago silat yang menjadi idola rakyat kecil ini akan menjadi pujaan.
Si Pitung, berdasarkan cerita rakyat (folklore) yang masih hidup di masyarakat Betawi, sejak kecil belajar mengaji di langgar (mushala) di kampung Rawa Belong. Dia, menurut istilah Betawi, “orang yang denger kate”. Dia juga “terang hati”, cakep menangkap pelajaran agama yang diberikan ustadznya, sampai mampu membaca (tilawat) Alquran. Selain belajar agama, dengan H Naipin, Pitung –seperti warga Betawi lainnya–, juga belajar ilmu silat. H Naipin, juga guru tarekat dan ahli maen pukulan.
Suatu ketika di usia remaja sekitar 16-17 tahun, oleh ayahnya Pitung disuruh menjual kambing ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari kediamannya di Rawa Belong dia membawa lima ekor kambing naik gerobak. Ketika dagangannya habis dan hendak pulang, Pitung dibegal oleh beberapa penjahat pasar. Mulai saat itu, dia tidak berani pulang ke rumah. Dia tidur di langgar dan kadang-kadang di kediaman gurunya H Naipan. Ini sesuai dengan tekadnya tidak akan pulang sebelum berhasil menemukan hasil jualan kambing. Dia merasa bersalah kepada orangtuanya. Dengan tekadnya itu, dia makin memperdalam ilmu maen pukulan dan ilmu tarekat. Ilmu pukulannya bernama aliran syahbandar. Kemudian Pitung melakukan meditasi alias tapa dengan tahapan berpuasa 40 hari. Kemudian melakukan ngumbara atau perjalanan guna menguji ilmunya. Ngumbara dilakukan ke tempat-tempat yang “menyeramkan” yang pasti akan berhadapan dengan begal.
Salah satu ilmu kesaktian yang dipelajari Bang Pitung disebut Rawa Rontek. Gabungan antara tarekat Islam dan jampe-jampe Betawi. Dengan menguasai ilmu ini Bang Pitung dapat menyerap energi lawan-lawannya. Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat keberadaan Bang Pitung. Karena itu dia digambarkan seolah-olah dapat menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawa rontek-nya itu, Bang Pitung tidak boleh menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia tewas dalam menjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan.
Si Pitung yang mendapat sebutan “Robinhood” Betawi, sekalipun tidak sama dengan “Robinhood” si jago panah dari hutan Sherwood, Inggris. Akan tetapi, setidaknya keduanya memiliki sifat yang sama: Selalu ingin membantu rakyat tertindas. Meskipun dari hasil rampokan terhadap kompeni dan para tuan tanah yang menindas rakyat kecil.
Sejauh ini, tokoh legendaris Si Pitung dilukiskan sebagai pahlawan yang gagah. Pemuda bertubuh kuat dan keren, sehingga menimbulkan rasa sungkan setiap orang yang berhadapan dengannya. Dalam film Si Pitung yang diperankan oleh Dicky Zulkarnaen, ia juga dilukiskan sebagai pemuda yang gagah dan bertubuh kekar. Tapi, menurut Tanu Trh dalam “Intisari” melukiskan berdasarkan penuturan ibunya dari cerita kakeknya, Pitung tidak sebesar dan segagah itu. ”Perawakannya kecil. Tampang Si Pitung sama sekali tidak menarik perhatian khalayak. Sikapnya pun tidak seperti jagoan. Kulit wajahnya kehitam-hitaman, dengan ciri yang khas sepasang cambang panjang tipis, dengan ujung melingkar ke depan.”
Menurut Tanu Trh, ketika berkunjung ke rumah kakeknya berdasarkan penuturan ibunya, Pitung pernah digerebek oleh schout van Hinne. Setelah seluruh isi rumah diperiksa ternyata petinggi polisi Belanda ini tidak menemukan Si Pitung. Setelah van Hinne pergi, barulah Si Pitung secara tiba-tiba muncul setelah bersembunyi di dapur. Karena belasan kali berhasil meloloskan diri dari incaran Belanda, tidak heran kalau Si Pitung diyakini banyak orang memiliki ilmu menghilang. ”Yang pasti,” kata ibu, seperti dituturkan Tanu Trh, ”dengan tubuhnya yang kecil Pitung sangat pandai menyembunyikan diri dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang terlalu sempit bagi orang-orang lain.” Sedang kalau ia dapat membuat dirinya tidak tampak di mata orang, ada yang meyakini karena ia memiliki kesaksian “ilmu rontek”.
sumber:http://www.jagoan.or.id/pendekar/pitung.html
http://alwishahab.wordpress.com/2008/04/15/hari-hari-akhir-si-pitung/
Sabtu, 25 September 2010
Inilah Skuad Uruguay Yang Diboyong Ke Jakarta
Sebagian besar pemain Piala Dunia 2010 lalu dimasukkan ke dalam skuad Celeste.
Oleh Donny Afroni
24 Sep 2010 16:50:00
Hal-Hal Terkait
Tim
Pemain
Dua bintangnya, Luis Suarez dan Diego Forlan turut masuk ke dalam skuad. Kedua pemain ini absen ketika la Celeste menjalani pertandingan persahabatan pada Agustus lalu melawan Angola.
Pemain yang sedang naik daun, Edinson Cavani juga ikut dipanggil. Begitu pula dengan striker berpengalaman Sebastian Abreu. Namun bintang muda Ajax Amsterdam Nicolas Lodeiro absen, karena menderita cedera.
Tabarez juga memanggil tiga pemain Porto, yakni Jorge Fucile, Cristian Rodriguez, dan Alvaro Pereira.
Berikut daftar pemain Uruguay:
Penjaga Gawang: Juan Castillo (Deportivo Cali), Fernando Muslera (Lazio)
Belakang: Martin Caceres (Sevilla), Diego Lugano (Fenerbahce), Jorge Fucile (Porto), Diego Godín (Atletico Madrid), Mauricio Victorino (Universidad de Chile), Maximiliano Pereira (Benfica), Andres Scotti (Colo Colo), Carlos Valdez (Siena).
Tengah: Diego Perez (Bologna), Alvaro Gonzalez (Lazio), Sebastian Fernandez (Malaga), Sebastian Eguren (Sporting de Gijon), Walter Gargano (Napoli), Ignacio Gonzalez (Levante), Alvaro Pereira (Porto), Gaston Ramirez (Bologna), Cristian Rodriguez (Porto), Jorge Rodriguez (Jaguares de Chiapas).
Depan: Sebastian Abreu (Botafogo), Edinson Cavani (Napoli), Diego Forlan (Atletico Madrid), Luis Suarez (Ajax).
Minggu, 16 Mei 2010
Persib Juara Liga Super U-21
BANDUNG--MI: Persib Bandung U-21 menjuarai Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010 setelah mengalahkan juara bertahan Pelita Jaya 2-0 (1-0) pada final yang berlangsung di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Minggu (16/5).
Gol kemenangan yang menentukan "Maung Muda" jadi juara dicetak gelandang Munadi menit ke-8 melalui titik penalti. Gol kedua dicetak melalui sundulan pemain pengganti Budiawan menit ke-90.
Partai final yang berlangsung di Bandung itu ditandai dengan keluarnya dua kartu merah untuk pemain kedua tim yakni kiper Riqi Nugraha (Pelita) menit ke-6 dan Rudi Geovani (Persib) yang menerima kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning.
Sukses Persib U-21 menjadi juara LSI 2010 U-21 disambut sukacita ribuan penonton yang memadati tribun VIP Stadion Siliwangi. Gelar tersebut merupakan gelar pertama Persib Bandung U-21 di saat tim Bandung itu tengah sepi prestasi juara.
Pelita Jaya yang merupakan juara bertahan LSI U-21 tahun lalu, kali ini harus menyerah dari Persib yang juga berasal dari satu grup saat babak penyisihan.
Selain menempatkan Persib sebagai juara dan Pelita Jaya sebagai runner up, kompetisi itu menempatkan striker muda Persipura Lukas W Mandowen menjadi top skorer setelah mencetak 12 gol sepanjang kompetisi tahun ini.
Sementara proses terjadinya gol Persib di bawah menit ke-10 awal petaka bagi Pelita Jaya yang sebelumnya kehilangan kiper Riqi Nugraha yang dikartumerah setelah mengganjal striker Sigit Hermawan.
Munadi yang menjadi algojo menaklukan kiper Bayu yang menggantikan kiper Riqi Nugraha setelah Pelita menarik penyerang Riyandi untuk memberi tempat bagi kiper penggantinya itu.
Meski memimpin dan unggul satu pemain, Persib kesulitan menambah gol. Bahkan sempat mendapat tekanan dari Pelita melalui Andri Kurniawan dkk.
Beberapa kali kiper Rizki Subagja harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serbuan tim asuhan pelatih Jajang Nurjaman itu.
Bahkan ketika babak kedua baru berjalan semenit, Persib harus kehilangan Rudi Geovani yang mendapatkan kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving di kotak penalti Pelta Jaya.
Kondisi lapangan yang licin menguras stamina pemain kedua tim yang sesekali menampilkan permainan keras.
Bahkan kiper Persib Rizky Subagja terpaksa harus diganti menit ke-70-an karena mengalami cedera. Rizky diganti kiper Cecep yang tak kalah tangguh mengawal gawang Maung Muda.
Pada menit ke-72, pelatih Persib Mustika Hadi mengganti Sigit Hermawan dengan Budiawan yang cukup efektif.
Pemain pengganti tersebut menambah kemenangan Persib menit ke-90 setelah menyambut umpan Munadi dan tandukannya menembus gawang Pelita, kedudukan 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
Selain mengeluarkan dua kartu merah dan dua kartu kuning. juga mengganjar kartu kuning kepada Dudi Supardi (Persib). (Ant/OL-7)
http://www.mediaindonesia.com/
Minggu, 09 Mei 2010
artikel display processor(monitor)
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Monitor atau sering kita sebut Layar tampilan Komputer. Istilah monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis.
Ada banyak cara untuk menggolongkan monitor. Tetapi cara yang paling sering digunakan adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut. Minitor dapat di bagi menjadi 3 kelas, diantaranya :
# monochrome: Monitor Monokrom biasanya menampilkan dua warna, warna background dan satu lagi adalah warna foreground. Warna tersebut adalah warna hitam dan putih, hijau dan hitam dan Kuning dan hitam.
# gray-scale : Gray Scale monitor adalah jenis special dari monitor monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda.
# Color : Monitor Color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga 1 juta warna yang berbeda. Monitor berwarna ini terkadang disebut monitor RGB karena monitor tersebut dapat menerima 3 sinyal yang berbeda, Merah (Red), Hijau (Green) dan Biru(Blue).
Setelah mengetahui penjelasan diatas, aspek paling penting dari sebuah monitor adalah ukuran atau sering kita kenal dengan istilah screen atau ukuran layar. Seperti sebuah televisi, ukuran layar adalah perbandingkan lebar dalam satuan inci. Jarak antara satu sudut dengan sudut berlawanan lainnya. Pada umumnya ukuran minimal dari sebuah layar monitor adalah 14 inci, Sedangkan untuk monitor yang berkukuran 16 inci atau bahkan lebih sering disebut dengan monitor yang berlayar penuh. Selain itu berdasarkan ukuran, monitor pula dapat berbentuk portrait atau ukuran tinggi lebih besar dibandingkan dengan ukuran lebar atau dalam bentuk landscape ukuran lebar lebih besar dibandingkan ukuran tinggi. Monitor landscape dapat menampilkan dua halaman penuh yang saling berdampingan satu sama lain.
Resolusi dari monitor mengidentifikasikan seberapa padat pixel yang ada, Pada umumnya, semakin banyak pixel (sering di ungkapkan dengan titik per inci), semakin tajam hasil gambar yang dapat ditampilkan. Banyak monitor saat ini sudah dapat menampilkan 1024 hingga 764 pixels, untuk penggunaan kartu grafis standar. Beberapa model monitor high end sudah dapat menampilkan 1289 hingga 1024, atau bahkan 1600 hingga 1200 pixel.
Selain itu ada beberapa cara umum lainnya yang dapat dilakukan untuk menggolongkan monitor, yaitu dengan berdasarkan istilah pada tipe sinyal yang diterima oleh monitor tersebut, apakah itu analog ataukah digital. Kebanyakan monitor saat ini menerima sinyal analog, yang mensyaratkan penggunaan VGA, SVGA, 8514/A dan beberapa resolusi pewarnaan standar lainnya.
Sedikit monitor yang memiliki frekwensi yang tetap, yang berarti bahwa monitor tersebut hanya menerima inputan hanya pada satu frekwensi. Kebanyakan monitor adalah “Multiscanning” yang berarti bahwa monitor tersebut secara otomatis menyesuaikan pada frekwensi sinyal yang mereka terima. Dan hal itu menandakan bahwa monitor tersebut dapat menampilkan gambar dengan resolusi yang berbeda, tergantung dari data yang mereka terima dari video adapters.
Bebebrapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari sebuah monitor adalah sbb :
# bandwidth : Jarak frekwensi sinyal yang dapat di atasi oleh monitor. Hal ini di tentukan dari seberapa banyak data yang dapat di proses, dan selain itu sebebrapa cepat monitor tersebut dapat memproses resolusi yang tinggi.
# refresh rate : Seberapa kali persatuan detik layar dapat di “refresh”. Untuk menghindari adanya kejapan, maka proses refresh setidaknya harus 72 Hz.
# interlaced or noninterlaced: Interlacing adalah teknik yang dapat dilakukan oleh monitor untuk memiliki resolusi yang lebih, tetapi hal itu dapat mengurangi kecepatan reaksi pada monitor.
# dot pitch : Jumlah ruang antara pixel. Semakin kecil dot pitch, maka akan semakin tajam warna yang dihasilkan.
# convergence: Kejernihan dan ketajaman akan setiap pixel.
Semoga artikel diatas dapat membantu :-)
daftar pustaka:
http://www.asianbrain.com/ atau http://www.anneahira.com/
Senin, 05 April 2010
design handphone

Network system UMTS / GSM 900 / GSM 1800 / GSM 1900
Size 106 x 54 x 15 mm
Weight 112 g
Display - TFT touchscreen, 399K colors
- 240 x 320 pixels
- Wallpapers, screensavers
Battery type Standard battery, Li-Ion
Stand-by Up to 340 h
Talk time Up to 8h
Ringtones - Polyphonic (60 channels), MP3,mp4 AAC
Option
Number in phone Yes, Photo call
Call records 30 received, dialed and missed calls
Memory - No Card Slot
- 4 GB internal memory
GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 56 kbps
Messaging SMS, MMS, Email
Infrared port Yes
Games Yes: + downloadable
Color black edition
Features
- Camera Depan 10Mp,belakang 15Mp
- 7G 384 kbps
- EDGE W958c only
- Java MIDP 2.0
- RDS FM radio
- MP3/AAC/MPEG4 player
- T9
- Image viewer
- Picture editor
- Organiser
- Voice memo
- Built-in handsfree
- speaker mega bass
- flash auto fokus